Rabu, 28 September 2016

Bali dan Ceritanya

Bali merupakan salah satu tempat yang menjadi tujuan orang Indonesia untuk berlibur. "Bali Pulau Dewata nan mempesona", begitulah sebutan kata Bali terpatri dihati masyarakat sebagai surganya berwisata. sekilas orang yang belum pernah ke Bali, sangat menginginkan untuk ke Bali. Jika ditanya mau liburan kemana, ya mau nya ke Bali. Begitulah~

Hari ini, saya telah menginjakkan kaki di Bali. Beberapa kali sudah saya kesini. Awalnya indah, bahagia, waw ini adalah Bali. saya jatuh cinta dengan Bali. dan bermimpi ingin kembali lagi kesini.
mengapa saya ingin kembali??


1. karena objek wisatanya yg dikelola dengan kreatif.
2. budaya nya yang  hanya ada di pulau bali.
3. dan WNA banyak ditemui disini.

dan saat itu, mimpi itu menjadi nyata, bukan hanya beberapa hari saja atau bahkan bukan hanya beberapa bulan saja, tapi terhitung tahun saya berproses disni. Melanjutkan studi s2 di salah satu universitas terbaik di Bali, dan saya menemukan suatu pelajaran hidup dan menurut saya ini berlaku untuk dimana pun nantinya kita berada.

1. Niat ~ bertujuan. dimana pun kita berada, jika niat kita untuk berlibur hati akan riang senang gembira apalagi untuk pertama kalinya pergi ke suatu tempat tersebut. akan beda dengan untuk sekian kalinya kita kesana dengan tujuan untuk bekerja/kuliah, smua akan menjadi biasa saja.

2. ada suatu paradigma yang saya dapati dari rekan kuliah saya yang kebetulan dia adalah orang bali. ketika melihat seseorang, semua akan kembali ke fikiran kita. Bali yang dengan bebasnya, tentu biasa melihat manusia dengan baju youcansee atau bahkan telanjang sekalipun. jika kita melihat itu biasa saja, ya tidak akan ada niat buruk atau mau melakukan tindakan yang tidak baik. begitupun ketika kita melihat orang berhijab sekalipun, kalau fikirannya jelek, tetap saja dia akan memandang yang berhijab itu jelek, seksi, atau telanjang sekalipun. Boleh setuju bole tidak.. kalau saya sih tidak setuju bagi yang belum biasa hehee

3. dari segi pengelolaan aset, bali ini merupakan provinsi yang kreatif melihat peluang untuk suatu tempat dijadikan aset yang bernilai uang.bukan hanya mereka melihat dari segi SDA yang bisa diolah tapi SDM pun mereka mumpuni untuk membuat karya sebagai daya dukung wisata, sehingga merek ataupun ciri bali ada dimana-mana, sebagi contoh ada tas, baju, celana, gantungan kunci, yang diberi label BALI.

4. masyarakat disini, sangat menjaga stabilitas tourist / wisatawan. Mereka akan cemas dan kebingungan kalau tourist / wisatawan mengurungkan untuk ke bali, sebagai contoh karena ada isue bom, tourist tidak jadi melancong ke bali,. contoh lain, penerbangan ditutup karena suatu kendala. efek yang ditimbulkan akan banyak, seperti restaurant di kuta akan mengalami rugi perhari bisa beratus juta. Jadi yang ingin saya tekankan, bahwa masyarakat bali disini sama-sama telah merasa memiliki karena mereka sadar bahwa mata pencaharian mereka banyak kepada wisatawan.


Nah.. beberapa hal yang dapat saya paparkan mengenai Bali. masih banyak hal yang ingin saya ceritakan kepada kalian semuanya. semoga bermanfaat, dan AYO KE BALI. bye......

0 komentar:

Posting Komentar